Rabu, 19 Oktober 2011

Organisasi

 I.   Tipe & Bentuk Organisasi
II.   Struktur atau Skema Organisasi

Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
  • Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
  • Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
  • Adanya tujuan
  • Adanya sasaran
  • Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  • Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas 
Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi pada umumnya kemudian digambarkan dalam suatu bagan yang disebut bagan organisasi. Bagan organisasi adalah suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis (instruksi dan koordinasi) yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal, yang tersusun secara hierarkis.

Beberapa pendapat Ahli tentang definisi Organisasi adalah sebagai berikut :
1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia).
2. Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
3. Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
4. Organisasi (Yunani: ργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
5. Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
6. Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
7. Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).


     I.  Tipe & Bentuk Organisasi


    A.    Tipe Organisasi                                                                          
    1)    Piramida Mendatar(flat)
    ciri-ciri :
    • Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
    • Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak.
    • Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.

    2)    Piramida Terbalik
    Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi - organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga - lembaga penelitian, lembaga - lembaga pendidikan.

    3)    Tipe Kerucut
    ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
    • Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
    • Rentang kendali sempit.
    • Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada
    • pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
    • Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
    • Jumlah informasi jabatan cukup besar.


    B. BENTUK-BENTUK ORGANISASI

    ORGANISASI POLITIK

    Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.

    Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.


    ORGANISASI SOSIAL

    Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

    ORGANISASI MAHASISWA


    Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia.


    ORGANISASI OLAHRAGA

    Organisasi olahraga adalah organisasi yang berisikan berbagai macam cabang olahraga.

    ORGANISASI SEKOLAH

    Organisasi sekolah adalah organisasi yang dibentuk atas inisiatif siswa maupun guru disuatu sekolah , seperti OSIS , koperasi sekolah,dll.

    ORGANISASI NEGARA
    Organisasi negara adalah struktur goverment pemerintahan di suatu negara  yang menentukan jalanya pemerintahan dengan lancar.











    1.     ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
    Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

    Ciri-ciri:
    • Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang.
    •  Jumlah karyawan sedikit.
    • Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi.
    • Belum terdapat spesialisasi.
    • Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan.
    • Struktur organisasi sederhana dan stabil.
    • Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil.
    • Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan).
    Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
    1.  Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
    2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
    3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
    4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
    5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
    6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
    7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
    8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
    9. Adanya penghematan biaya
    10. Pengawasan berjalan efektif

    Kelemahan-kelemahan organisasi garis
    1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
    2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
    3.  Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
    4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
    5. Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
    6. Kurang tersedianya saf ahli



    2.      ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
    Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

    Ciri-ciri:

    o   Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
    o   Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
    o   Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
    o   Jumlah karyawan banyak
    o   Organisasi besar, bersifat komplek
    o   Adanya spesialisasi

    Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:

    1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
    2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
    3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
    4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
    5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
    6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
    7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
    8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

    Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf :

    1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
    2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
    3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
    4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf
    5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
    6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
    7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
    8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
      

    3.      ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
    Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

    Ciri-ciri:
    o   Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
    o   Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
    o   Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
    o   Target-target jelas dan pasti
    o   Pengawasan ketat
    o   Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi


    Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :

    1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
    2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
    3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
    4.  Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
    5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
    6. Pembidangan tugas menjadi jelas

    Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:

    1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan
    2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
    3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

    4.      ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
    Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

    Ciri-ciri:
    o Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
    o   Terdapat spesialisasi yang maksimal
    o   Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

    Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
    1. Solodaritas tinggi
    2. Disiplin tinggi
    3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
    4.    Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

    Sedangkan keburukannya adalah :
    1. Kurang fleksibel dan tour of duty
    2.   Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
    3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan
     
     

    5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
    Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

    Ciri-ciri:
    o   Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
    o   Jumlah karyawan banyak.
    o   Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
    • Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
    • Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
    • Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)
    6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
    Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

    Organisasi komite terdiri dari :
    1.     Executive Committee ( Pimpinan Komite)
    yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
    2.     Staff Committee     
    yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

    Ciri-ciri:
    o   Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
    o Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
    o   Asas musyawarah sangat ditonjolkan
    o   Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
    o   Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

    Kebaikan Organisasi komite

    1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
    2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
    3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

    Sedangkan keburukannya

    1. Proses decision making sangat lambat
    2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
    3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

     
    Span of control (SOC) pada hakekatnya adalah rentang kendali dari manajemen puncak terhadap seluruh aktivitas yang ada dalam suatu organisasi.
    Jadi juga bergantung pada seberapa besar organisasi yang dikelola baik dari segi
    struktur (vertikal & horizontal) maupun ruang lngkup aktivitas organisasi.
                            
    Semakin besar organisasi semakin besar pula SOC. Misal : Di kantor pusat ada berapa direktorat, divisi atau departemen, dll. Di bawah kantor pusat ada berapa kantor wilayah (regional office atau representative office). Dibawah kantor wilayah ada berapa kantor cabang, dst.
      
    Boleh dikatakan untuk mengukur SOC relatif sulit karena sangat bergantung pada keyakinan manajemen puncak bahwa fungsi-fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuiting dan CONTROLLING) dalam telah berjalan baik sesuai dengan harapan dan kebijakan yang ditetapkan.
      
    Yang perlu diperhatikan adalah apakah dalam organisasi sudah terimplementasi
    Sistem Pengendalian Intern/Internal Control System (ICS)? ICS sendiri bisa berbentuk unit kerja Internal Auditing Departement yang secara berkala melalukan audit pada setiap unit kerja atau yang sudah built-in yang ada pada SOP (Standard Operating Procedure) dimana tanggung jawab dan otoritas setiap unit kerja dalam organisasi secara jelas dan tegas dinyatakan.
         
    Catatan : sebaik-baiknya SOC dan ICS, tetap saja bergantung pada SDM yang
     menjalankan aktivitas organisasi. SDM yang berintegritas tinggi yang paling
    penting tapi paling susah dicari dewasa ini ;-)



    Struktur / Skema Organisasi

    1. Skema Organisasi
    Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya, yang memberikan manfaat bagi organisasi tersebut dan juga adanya keterikatan antara satu bagian dengan bagian yang lain di mana dapat saling membantu antar bagian jika ada kesulitan dan juga dapat menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.


    Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

    1.Bentuk Vertikal
    Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.

    2.Bentuk Mendatar / Horizontal
    Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

    3.Bentuk Lingkaran
    Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

    4.Bentuk Setengah Lingkaran
    Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya

    5.Bentuk Elliptical
    Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips.

    6.Bentuk Piramid terbalik
    Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.



    2. Macam-macam Skema Organisasi:

    a. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:

    - Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
    - Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
    - Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
    - Skema organisasi Lingkaran
    - Skema organisasi Gambar

    b. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya

    1.     Skema Organisasi Fungsional
    Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

    2.     Skema Organisasi Jabatan
    Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.

    3.     Skema Organisasi Nama
    Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya.

    4.     Skema Organisasi Nama dan Jabatan
    Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.

    5.     Skema Organisasi Struktur
    Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.







    Tidak ada komentar :

    Poskan Komentar