Selasa, 26 Oktober 2010

Kependudukan dan Unsur-Unsurnya

       Penduduk suatu wilayah, negara, atau bahkan penduduk dunia pun selalu menjadi bahan perbincangan orang. Hal ini disebabkan karena penduduk sebagai salah satu bagian dari lingkungan yang tidak terlepas dari keterkaitan dengan penduduk lainya atau faktor lingkungan alam. karena ada keterkaitan yang erat antara variabel Penduduk, Lingkungan dan Perkembangan penduduk yang satu dengan yang lainya dan saling berhubungan. Oleh karena itu, banyak orang yang membutuhkan informasi kependudukan. Mulai dari perubahan-perubahan karena faktor kelahiran (natalitas), faktor kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). Bila kita tela'ah lebih dalam lagi kita akan menemukan bahwa kependudukan di negara kita ini masih belum sempurna, masih banyak yang harus kita benahi yang nantinya akan memberi dampak pada pembangunan di negara ini. Dan perlu kita ketahui perubahan yang terjadi di dunia internasional akan mempengaruhi kependudukan di Indonesia, salah satu spekulasi dari segi kependudukan di masa datang adalah semakin meningkatnya mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia.

A. Definisi

Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisil di dalam suatu wilayah negara(menetap) untuk jangka waktu yang lama. Secara sosiologis, penduduk adalah semua orang yang pada suatu waktu mendiami wilayah negara. Biasanya, penduduk adalah mereka yang lahir secara turun menurun dan besar dalam suatu negara.

Bukan penduduk adalah mereka yang berada di dalam suatu wilayah negara hanya untuk sementara waktu (tidak menetap). contoh: para turis mancanegara.
Bedasarkan hubunganya dengan pemerintah negaranya, rakyat di bedakan menjadi warga negara dan bukan warga negara.

Warga Negara adalah mereka yang bedasrkan hukum tertentu merupakan anggota dari suatu negara, dengan status kewarganegaraan warga negara asli atau warga negara keturunan asing. Warga negara juga dapat di peroleh bedasrkan suatu UU atau perjanjian yang di akui sebagai warga negara (melalui proses virtualisasi).

Bukan Warga Negara adalah mereka yang berada pada suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan, namun tunduk pada pemerintah di mana mereka berada. Contoh: duta besar, konsuler, kontraktor asing, dsb)

"Rakyat dan Penduduk merupakan satu kesatuan, penduduk merupakan bagian dari rakyat, sedangkan rakyat di dalamnya terdapat penduduk."

B. Kewarganegaraan

1.Kedudukan dan Status Warga negara

Sampai saat ini masalah tentang status kewarganegaraan masih sering muncul, terutama yang menyangkut hubungan bilateral. Hal ini terjadi kaarena adanya perbedaan penerapan asas-asas dan cara-cara memperoleh kewarganegaraan. Perbedaan tersebut menimbulkan status Apartide dan bipratide.

Apartide adalah seorang penduduk yang tidak mempunyai status kewarganegaraan. Mis,seorang keturunana bangsa A yang negaranya memakai dasar kewarganegaraan Ius Soli, lahir di negara B yang memberlakukan dasar Ius Sanguinis. Maka orang tersebut tidak termasuk warga negara A dan B karena tidak lahir di negara A dan ia bukan keturunan bangsa B. Sedangkan Bipatride adalah seorang penduduk yang mempunyai status kewarganegaraan ganda. mis, jika seorang keturunan bangsa B yang negaranya menganut asas Ius Sanguinis lahir di negara A yang menerapkan asas Ius Soli maka orang ini diakui sebagai warga negara A karena lahir di negara A, orang ini juga diakui sebagai warga negara B karena ia keturunan bangsa B.

2. Kewarganegaraan Indonesia

    a. Menurut UU No 3 Tahun 1946

      Setelah proklamasi kemerdekaan,pemerintah RI mengeluarkan suatu peraturan tentang kewarganegaraan yaitu UU No 3 Tahun 1946. Menurut UU tersebut, penduduk negara ialah orang-orang yang bertempat tinggal di indonesia selama satu tahun berturut-turut. selanjutnya disebutkan bahwa yang menjadi warga negara Indonesia pada pokoknya ialah sebagai berikut:

1. Penduduk asli dalam wilayah RI, termasuk anak-anak dari penduduk asli itu.
2. Istri seorang warga Indonesia.
3. Keturunan dari seorang warga negara yang kawin dengan wanita negara asing.
4. Anak-anak yang lahir dalam daerah RI yang oleh orang tuanya tidak diakui secara dengan cara yang sah.
5. Anak-anak yang lahir dalam daerah Indonesia dan tidak di ketahui siapa orang tuanya
6. Anak-anak yang lahir dalam kurun waktu 300 setelah ayahnya yang mempunyai kewarganegaraan        Indonesia meninggal

       b. Menurut Persetujuan Kewarganegaraan dalam Konfrensi Meja Bundar

     Dalam persetujuan dengan KMB pada tanggal 27 desember 1949 telah di sepakati mengenai penentuan warga negara antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda. Menurut persetujuan tersebut yang menjadi warga negara RI,sebagai berikut:

1. Penduduk asli Indonesia,yaitu mereka yang dahulu termaksuk golongan Bumiputra yang berkedudukan di wilayah RI.
2. Orang Indonesia kaula negara Belanda yang bertempat tinggal di suriname atau Antillen(koloni Belanda). Akan tetapi jika mereka lahir di luar kerajaan Belanda maka mereka berhak memilih kewarganegaraan Belanda dalam waktu dua tahun setelah tanggal 27 Desember 1949.
3. Orang cina dan Arab yang lahir di Indonesia atau sedikitnya bertempat tinggal enam bulan di wilayah RI, apabila dalam waktu dua tahun sesudah tanggal 27 Desember 1949 tidak menolak kewarganegaraan Indonesia hak repdiasi yaitu hak menolak kewarganegaraan.
4. Orang Belanda yang dilahirkan di wilayah RI
5. Orang asing keula negara Belanda bukan orang belanda yang lahir di Indonesia dan bertempat tinggal di RI, apabila dalam waktu dua tahun sesudah tanggal 27 Desember tidak menolak kewarganegaraan Indonesia.

       c. Menurut UU No 62 Tahun 1958

1. Orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan/atau perjanjian-perjanjian dan/atau peraturan-peraturan yang berlaku sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sudah warga-negara Republik Indonesia;
2. Orang yang pada waktu lahirnya mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya, seorang warga-negara Republik Indonesia, dengan pengertian bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia tersebut dimulai sejak adanya hubungan hukum kekeluargaan termaksud, dan bahwa hubungan hukum kekeluargaan ini diadakan sebelum orang itu berumur 18 tahun atau sebelum ia kawin pada usia di bawah 18 tahun;
3. Anak yang lahir dalam 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia, apabila ayah itu pada waktu meninggal dunia warga-negara Republik Indonesia;
4. Orang yang pada waktu lahirnya ibunya warga-negara Republik Indonesia, apabila ia pada waktu itu tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya;


C. Masalah kependudukan Di Indonesia

     * Masalah Akibat Angka Kelahiran

1. Total Fertility Rate (TFR)
Hasil perkiraan tingkat fertilitas (metode anak kandung) menunjukan bahwa penurunan tingkat fertilitas Indonesia tetap berlangsung dengan kecepatan yang bertambah seperti nampak pada tabel di bawah ini :

          Periode (tahun)      TFR %        Penurunan/tahun
             1967 -1970         5,605                 1,7
             1971 -1975         5,200                 2,3
             1976 -1979         4,680                 2,8
             1980 -1984         4,055                 3,9
             1987 -1990         3,222                 2,1

 Sumber : BPS Jawa Timur, 1996

Tingkat fertilitas secara keseluruhan dari periode 1981- 1984 ke periode 1986 -1989 turun sebesar 18 % atau sekitar 3,9% pertahun. Namun tingkat penurunan fertilitas mulai melambat atara periode 1986-1989 dan 1987-1990 yaitu menjadi2,1% rata-rata pertahun.

2. Age Spesific Fertility Rate (ASFR)

Hasil SP71 dan SP80 masih menunjukan bahwa tingkat kelahiran untuk kelompok umur wanita 20-24 tahun adalah yang tertinggi. Namun demikian terjadi pergeseran ke kelompok umur (25 -29) tahun pada hasil SP80 dan ini akan memberikan dampak terhadap penurunan tingkat gfertilitas secara keseluruhan (Trend Fertilitas, Mortalitas dan Demografi, 1994: 18) Berdasarkan dua kondisi di atas dapatlah disebutkan beberapa masalah (terkait dengan SDM) sebagai berikut :

1) Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatanketimbang aspek intelektual.

2) Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya. Jika ASFR 20- 24 terus meningkat maka akan berdampak kepada investasi SDM yang semakin menurun.


    * Masalah akibat Angka Kematian

Selama hampir 20 tahun terakhir, Angka Kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan sebesar 51,0 pada periode 1967-1986. Tahun 1967 AKB adalah 145 per1000 kelahiran, kemudian turun menjadi 109 per 1000 kelahiran pada tahun 1976. Selama 9 tahun terjadi penurunan sebesar 24,8 persen atau rata-rata 2,8 persen per tahun. Berdasarkan SP90, AKB tahun 1986 diperkirakan sebesar 71 per 1000 kelahiran yang menunjukan penurunan sebesar 34,9 persen selama 10 tahun terakhir atau 3,5 persen pertahun (Trend Mortalitas, 66).
Tabel Perkiraan Angka Harapan Hidup (AHH)

                 Tahun         Nilai
                 SP1971     45,7
                 SP 1980     52,2
                 SP 1990     59,8

            Sumber: BPS Jatim, 1996.

Sejalan dengan penurunan AKB, AHH menunjukan kenaikan. Pada tahun 1971 AHH adalah 45,7 yang kemudian naik 6,5 tahun menjadi 52,2 pada SP80 dan mengalami kenaikan 7,6 menjadi 59,8 pada SP90. Masalah yang muncul akibat tingkat mortalitas adalah :

1) Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peranpemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan.
2) Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita).
3) Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi Indonesia dimata dunia.
Pemecahan masalah angka kelahiran dan kematian :

a) Kelahiran

Angka kelahiran perlu ditekan melalui :

1.Partisipasi wanita dalam program KB.
2.Tingkat pendidikan wanita wanita mempengaruhi umur kawin pertama dan penggunaan kontrasepsi.
3. Partisipasi dalam angkatan kerja mempunyai hubungan negatif dengan
fertilitas
4. Peningkatan ekonomi dan sosial.

b) Kematian
Angka kematian perlu ditekan :
1. Pelayanan kesehatan yang lebih baik
2. Peningkatan gizi keluarga
3. Peningkatan pendidikan (Kesehatan Masyarakat)


C. Masalah Komposisi Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 1990 berjumlah179246785 dari jumlah tersebut komposisi usianya tidak berimbang yangmenyebabkan timbulnya masalah-masalah baru. Katagori Berdasarkan Usia Sebagai Berikut :

                                              U S I A (Thn)             Jumlah (Jiwa)

                                                  0 - 4                       20.985.144
                                                  5 - 9                       23.223.058
                                                10 - 14                     21.482.141
                                                15 - 19                     18.926.983
                                                20 - 24                     16.128.352
                                                25 - 29                     15.623.530
                                                30 - 34                     13.245.794
                                                35 - 39                     11.184.217
                                                40 - 44                      8.081.636
                                                45 - 49                      7.565.664
                                                50 - 54                      6.687.586
                                                55 - 59                      4.831.697
                                                60 - 64                      4.526.451
                                                65 - 69                      2.749.724
                                                70 - 74                      2.029.026
                                                  >75                             4.415

                                                Sumber : Kantor BPS Jawa Timur

Berdasarkan angka-angaka tersebut tampak penumpukan jumlah penduduk pada usia muda, yaitu usia 0 -4 tahun berjumlah 20985144 jiwa, usia 5-9 tahun sebesar 23223058 jiwa dan 10 -14 tahun 21428141 jiwa yang mana pada usia tersebut belum produktif masih tergantung pada orang-orang lain terutama keluarga.

    Masalah-masalah yang dapat timbul akibat keadaan demikian adalah :

1) Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Banyaknya beban tanggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sejumlah manusia produktif yang lebih sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hayat hidup.

2) Aspek pemenuhan gizi.
Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat   pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda ( 0 -5 tahun). Akan mengganggu perkembangan otak bahkan dapat terbelakang mental ( mental retardation ). Ini berarti mengurangi mutu SDM masa yang akan datang.

3) Aspek Pendidikan
Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yung mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang.

4) Lapangan Kerja
Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan.
Alternatif Pemecahan yang diperlukan :

          (a) Pengendalian angka kelahiran melalui KB.
          (b) Peningkatan masa pendidikan.
          (c) Penundaaan usia perkawinan



D. Kondisi Penduduk Indonesia  Bedasarkan Bentuk Piramida Penduduknya

Komposisi penduduk adalah susunan atau pengelompokan penduduk bedasrkan hal-hal tertentu, seperti usia,jenis kelamin,agama,mata pencarian,bahasa,tempat tinggal,dan lain-lain. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat di tampilkan dalam bentuk piramida penduduk.

Manfaat dari Komposisi Penduduk
1. mempryoyeksikan jumlah kelahiran di masa yang akan datang
2. perhitungan penyediaan lapangan pekerjaan di waktu yang akan datang ;
3.sebagai dasar pencatatan pembangunan sektor pendidikan
4.menghitung perbandingan jumlah laki-laki dan jumlah perempuan
5.menghitung angka beban ketergantungan (depedency ratio)

Piramida Penduduk adalah grafik batang yang di buat secara horizontal.

Macam Piramida:

1.Piramida  Penduduk Tua
=>Terjadi apabila jumlah penduduk yang berusia tua jauh lebih banyak dari pada usia muda.

2.Piramida Penduduk Muda
=>Terjadi apabila jumlah penduduk yang berusia Muda jauh lebih banyak dari pada penduduk yang berusia tua

3.Piramida Penduduk Stasioner
=>yaitu piramida penduduk yang menggambarkan adanya keseimbangan antara jumlah penduduk berusia tua dengan jumlah penduduk berusia muda.

E. Permasalahan Penduduk Indonesia, Dampak dan Upaya Mengatasinya

1. Permasalahan Penduduk Indonesia
      Dewasa ini bidang kependudukan negara kita masih di hadapkan kepada beberapa permasalahan yang cukup penting, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.Permasalahan tersebut antara lain:

a.Jumlah Penduduk yang cukup besar
b.Pertumbuhan Penduduk yang cepat
c.Perseberan Penduduk yang tidak merata
d.Kepadatan penduduk yang tidak merata
e.Kesenjangan antara jumlah angkutan kerja dengan lapangan kerja
f. Rendahnya ttarif pendidikan para pekerja
g. Rendahnya mutu kesehatan
h. Bencana alam
i. Pendapatan pekapita yang masih rendah

Dampak dari Permasalahan penduduk indonesia

a. Jumlah Penduduk yang besar
b Pertumbuhan penduduk yang cepat
c. Persebaran dan Kepadatan penduduk tidak merata
d. Rendahnya tarif pendidikan para pekerja
e. Rendahnya mutu kesehatan


Erbianto Nugraha
1 ka 13
12110380

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar